Rabu, 31 Desember 2008

Panggung sandiwara(?)

Mengamati tingkah kehidupan manusia, tak jarang membuat kita geleng kepala.  Kenapa?  Mungkin karena pola fikir yang berbeda.  Dari pola fikir ini merambah menjadi target kehidupan yang berbeda pula. 
Sesuatu yang nyata berbeda dari sesama insan yang sebenarnya punya potensi yang sama.
Ah, namanya juga mahluk sosial, justru barangkali karena adanya perbedaan itulah akhirnya bisa terjalin komunikasi.  Dan lewat jejaring sosial inilah kemudian Allah memilih siapa yang terbaik amalanya diantara kita.

Mengamati tingkah kehidupan manusia, tak jarang membuat kita mengurut dada.  Apalagi jika ego seseorang kemudian bersinggungan dengan kepentingan kita.  Pun sebaliknya.  Rasa sebal, kesal dan marah itulah yang akhirnya ada.  Tapi sabar sebenarnya bisa jadi pilihan juga.  Pilihan yang kita tahu bahwa itulah yang terbaik meski begitu susah terasa.

Mengamati tingkah kehidupan manusia, sah-sah saja.  Tapi kita tak pernah berhak untuk menghakimi.  Karena yang mengetahui segala isi hati dan segala yang tersembunyi hanyalah ilahi Robbi.  Biarlah setiap pribadi bertanggungjawab pada DIA sang pencipta sejati.
DIA memang telah mengamanahkan kita untuk beramar makruf, meyeru kepada kebenaran, mencegah dari berbuat mungkar, juga saling menasehati.  Hanya saja semua tidak semudah yang kita ingini.

Mengamati tingkah kehidupan manusia,samakah dengan mengamati panggung sandiwara?

Pertandakah?

Waktu itu, baru sekitar satu-dua bulan kami sampai di Negri Diesel ini.  Bulan-bulan pertama, ketika kami sibuk mencari berbagai isi rumah plus perlengkapanya.  Ketika suamiku pergi untuk berbelanja, mencari berbagai perlengkapan, pernah dia salah beli, dikiranya bantal (karena bantai disini tipis dan rata-rata berukuran 80X80cm²), ternyata yang dikira bantal itu adalah selimut bayi dan sarung selimutnya plus sarung untuk bantal bayi.
Hm, inikah pertanda pertama?
Kemudian, Tetangga di lantai atas yang memang dia sering memberi sesuatu yang masih bisa kita gunakan, pernah memberi sepasang kaus kaki rajutan baru, katanya sih hasil rajutan temennya.  Pernah juga dia memberikami guling untuk bayi.
Inikah pertanda kedua?
Dan ketka tamu dari Gotingen(salah ga nulisnya ya?) yang menginap dirumah kami pulang, selain mereka meninggalkan oleh-oleh.  Ternyata ada barang mereka juga yang ketinggalan.  Dan barang itu adalah bedak bayi.
Inikah pertanda ketiga?

Itulah tiga rangkaian kejadian yang terjadi ketika pertanda kehamilanku sama sekali belum datang.  Ketika aku tidak berfikir untuk memberi adik pada ketiga buah hatiku saat itu.  Ketika aku masih merasa sangat kerepotan membagi waktu, mencurahkan kasih sayang dan memberikan yang terbaik untuk tiga buah hatiku.
Tapi Allah berkehendak lain.  Amanah itu datang lagi.  Jika tidak ada sesuatu yang merintang, kelak di pertengahan maret, amanah itu akan hadir untuk dicintai.  Kini, saat waktu kehadirannya kian mendekat, saat sibuk menyiapkan berbagai hal untuk bekal kehadirannya, aku jadi teringat tiga rangkaian kejadian diatas dan bertanya pada diri sendiri ; itukah sebenarnya pertanda akan datang amanah ini?
Pertanda yang barangkali saat terjadinya sama sekali tak disadari, tak dimengerti.  Kini seolah semua peristiwa terasa sangat istimewa.

Pertanda-pertandadan pertanda hanya bisa kita reka-reka belaka.  Kenapa?  karena hidup kita dibatasi oleh ruang dan waktu.  Karena kita tidak pernah tahu pasti apa yang akan terjadi esok lusa dan hari selanjutnya.  Pertanda, hanya semata mencoba menduga, mencoba merangkai kisah yang terpatah agar terlihat seperti sebuah rangkaian kisa yang indah.
Pertanda, barangkali sah-sah saja kita duga, selama kita tidak menduakan DIA.  Selam kita tidak mencoba menembus batas ruang dan waktu lewat sebuah kata ajaib "Ramalan".
Pertanda, jika dia hanya mencoba menjebak kita pada duka, pada prasanka belaka, barangkali sebaiknya dikembalikan saja pada DIA yang maha KUASA

Maafkan aku,

Maafkan aku saudaraku,
ketika mataku hanya bisa menangisi kepergianmu,
ketika hati hanya bisa mengutuki mereka yang berbuat teramat sangat zalim padamu,
ketika kaki tak mampu melangkah ketempatmu,
ketika tanganku tak mampu berbuat sesuatu untuk menolongmu,
Ketika hanya doá terbata yang mampu ku kirimkan untukmu,
maafkan aku,

Ampuni aku ya Allah,
yang dengan beribu dalih belum bisa memenuhi seruanMU,
untuk menolong mereka;saudaraku,
Ampuni daku ya Allah,
yang KAU tahu begitu menginginkan surgaMU,
Tapi tak mampu berjual beli denganMU,
dengan menolong mereka yang teraniaya,
Ampuni daku Ya Allah,


Sabtu, 27 Desember 2008

Revenge


Revenge alias balas dendam, sebuah kata yang terasa menakutkan.  Meski menakutkan, kata itu seolah melekat pada mahluq yang bernama manusia.  Mungkin itu sudah merupakan satu kesatuan dalam kehidupan.  Kenapa menjadi kesatuan?  karena dalam diri manusia ada fitrah untuk mempertahankan diri, fitrah untuk melawan kedzaliman fitrah untuk langsung bereaksi "secara reptil" ketika manusia hanya berfikir dengan menggunakan otak reptil.  Tapi bukankah Allah memberi manusia lebih dari sekedar otak reptil? Yup dalam otak kita masih banyak bagian otak yang lain yang semuanya bisa difungsikan untuk mengendalikan kehidupan.  Tidak hanya sekedar otak, tapi dalam Al Qur-an Allah berulang-ulang menegaskan bahwa DIA telah memberi "pendengaran, penglihatan&hati"  kemudian Allah bertanya pada kita "Afalaa ta´qiluun? afalaa tatadzakkaruun?"
Orang yang selalu mengunakan seluruh perangkat otak,dibarengi dengan pendengaran,penglihatan dan hati untuk memikirkan sesuatu, tentu tidak akan terjebak dalam sebuah misteri "revenge".  Sudah menjadi fitrah jika sakit hati jika dilukai,dikhianati,dilecehkan,direndahkan dan lain-lain.  Dan menjadi fitrah juga jika saat itu langsung terfikir untuk melakukan sebuah pembalasan agar orang yang menyakiti kan jera karena iapun bisa merasa.  Tapi bukankah Allah yang Maha Melihat telah berpesan bahwa sabar lebih utama, bahwa setiap perbuatan akan ada balasan.  Jadi biarkan saja hukum sunatullah yang akan membuat "revenge" itu datang pada orang yang berbuat aniaya.  Tanpa melakukan revenge pun secara otomatis semua perbuatan akan berbalas.  Perbuatan baik, akan bebalas baik dan berlipat pula.  Perbuatan buruk? juga akan orang yang berbuatnya akan merasakan hal yang sama, minimal efek negatif dari perbuatan yang telah ia lakukan. 
Revenge,barangkali seharusnya tak pernah ada selain dalam cerita.  Seperti cerita di drama east of eden yang aku suka,pokoknya sukaaaaaa banget.  Mo nonton?  Stay tune tiap selasa & rabu pagi (waktu gilching) di viikii.net.  Dijamin!
Revenge, itulah tema utama dari drama korea yang tengah menjadi favoritku saat
ini.  Tiap hari selasa dan rabu, kutunggu dan kutunggu kelanjutan cerita yang memikat hati itu. 

Dongeng sebelum tidur

Dongeng?  Pasti semua orang suka dengan dongeng.  Dongen membawa kita ke negri khayali yang indah tempat kita temukan semua yang kita sukai.  Ketika anak-anak masih di Insantama, kami tidak pernah mengantar tidur anak-anak dengan dongeng.  Sebab kupikir, selain mereka telah lelah karena program sekolah yang Fullday, mereka sudah mendapatkan asupan "dongeng" alias cerita yang memadai.  Cerita tentang para Baginda Nabi saw & para sahabat (karena Insantama memulai hari dengan BSI alias Bina Syakshiyah Islamiyah dengan metode memberikan cerita yang bisa diteladani) plus berbagai macam cerita yang dirangkaikan dengan pembelajaran.  Jadi, tanpa dongeng sebelum tidur, mereka sudah menemukan berbagai cerita yang akan menjadi mutiara dalam hidup mereka.
Tapi, karena sekarang mereka sekolah di Grundschule yang notabene kristen, maka, aku berfikir perlu kerja ekstra untuk menetralisir hal-hal yang tidak diinginkan yang diajarkan disekolah mereka baik dari guru maupun dari lingkungan teman-teman mereka.  So, mulailah anak-anak mendapat hadiah "dongeng" sebelum tidur dengan tujuan memperkuat aqidah mereka.  Dan yang bertugas membawakan dongeng adalah abinya anak-anak, bukan aku .  Kalau abi lagi ga bisa cerita karena satu dan lain hal, biasanya Teh Hani akan membacakan sebuah buku untuk diceritakan.  Atau kadang-kadang Hasbi yang memabacakan cerita.  Tapi biasanya Alfi akan protes "Ga mau, ntar kalau ade ada yang ga ngerti, ga ada yang bisa jawab"  Walau akhirnya dia harus terima juga daripada tidak ada yang mendongeng.
Sebelum dongeng dibacakan, anak-anak biasanya diminta untuk membaca QS Alfatihah&hafalan surat-surat pendek.  Dongennya tidak melulu tentang kisah Baginda Nabi & Para sahabat, kadang tentang ilmu pengetahuan juga misalnya tentang bulan, listrik & lain-lain.  Lumayan ngefek sih kalo dongengnya tentang ilmu pengetahuan.  Seperti tadi malem, ketika anak-anak dihantarkan dengan dongeng tentang listrik statis, mereka baru bisa tidur jam 11.30 malam.  Bukan apa-apa, mereka penasaran & langsung praktek tentang listrik statis
.  Rasa takjub,&ajaib serta suprais kali yang membuat rasa kantuk mereka jadi terlambat datang.

Pernah beberapa malem Abi ga cerita.  Ujung-ujungnya hasbi berkata " Abi, abi harus cerita lho, sebab Aa kan disekolah diajari tentang agama kristen, nanti kalau Aa pindah agama gimana (na'udzubillahi min dzalika)"  Abi cukup kaget juga mendengar "tuntutan" Hasbi tersebut, tapi saat itu juga akhirnya Abi menerangkan Jalan Allah & Jalan thagut.  Hm, anak sekarang "pinter" juga ya menuntut hak mereka....
Tapi karena itu hak mereka yang berarti adalah kewajiban kita, ya mau tidak mau harus dijalanin.  Semoga Allah selalu memberi kemudahan agar kita bisa menjalankan semua kewajiban kita. Amin


(Semoga Allah menujukkan kita kejalan yang lurus, jalan yang diridhoiNYA.
Semoga Allah melindungi kita dari kesesatan & kekufuran, dari segala bencana dan dari sesuatu yang tidak DIA ridhio.  Amin)

Bola & Bir

Sejak liga Eropa Usai, anak-anak jadi hoby main bola.  Hasbi yang asalnya bingung melihat satu bola diperebutkan banyak orang, sekarang mulai ketagihan bola.  Ga udara panas, ga dingin, tetep aja main & main bola.  Mungkin dia mulai menemukan "sesuatu" dalam permainan bola.  Tapi suatu ketika aku mendengar ia berpesan pada adiknya :
"Ade, jangan mau jadi artis pemain bola lho"
Alfi "Emang kenapa A?"
Hasbi "Nanti ade bisa melakukan dosa, sebab para pemain bola itu kalo menang terus pada minum-minum bir"
Abi ikutan nimbrung "Bilangin aja A, aku muslim, aku ga minum alkohol, pestanya pake air putih aja"
Hasbi diam.


Jumat, 26 Desember 2008

bukan untuk dibandingkan

Anak kecil, dengan segala kelucuan, keluguan, kepolosan dan wajahnya yang bersih bersinar mencerminkan hati yang belum ternoda dosa, selalu saja menarik perhatian, mengundang kasih sayang.  Seperti suatu pagi waktu itu.  Ketika pagi masih belum bertemankan mentari, serombongan anak kindergarten memasuki Sbahn dikawal oleh beberapa oranng dewasa.  Sepertinya 2 orang guru dan 2 orang tua yang bertugas menemani mereka.  Perawakan Kaukasian yang sempurna memang selalu menarik mata.  Ditambah balutan pakaian yang rapi bersih, hanya menambah keindahan pesona anak-anak itu.  Aku dan suami banyak berbicara tentang mereka, tentang anak-anak kindergarten itu.  Kesimpulan dari pembicaraan itu berujung pada :  Pantas saja Jerman bisa maju karena pemerintahnya mempersipakan SDM Handal sejak awal.  Dari mulai pendidikan gratis dengan segala fasilitas yang memadai,  Guru yang kompeten yang terjamin kesejahteraannya, kurikulum yang mengacu pada teori-teori bagaimana mengembangkan segala kemampuan pada anak-anak.  Makan bergizi yang murah karena disubsidi dan lain-lain.  Intinya ya karena pemerintahnya terlihat bertanggungjawab untuk mempersiapkan generasi berikutnya menjadi generasi yang unggul lewat jaminan pangan dan pendidikan, belum lagi berbagai tunjangan lain yang telah disediakan.

Indonesia?  Yah memang bukan lawannya untuk disandingkan apalagi ditandingkan.  Hanya saja, sebenarnya Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama andai saja kepedulian dan keberpihakan pada rakyat itu benar-benar ada.  Syukur Alhamdulillah, barangkali niatan kearah sana suda ada, misalnya dengan membuat para guru menjadi sejahtera.  Tapi apakah cukup hanya itu saja?  Tentu tidak!!

semua adalah pilihan

Setiap langkah adalah pilihan.  Pilihan yang semuanya berimbang antara bias suka dan konsekwensi duka.  Semua serba seimbang dan berimbang.  Sayangnya, kita yang benar-benar terbatasi oleh ruang dan waktu, tak tahu apa yang ada diantara bias dan konsekwensi yang kelak kan terasa.  Barangkali dengan logika semua bisa terbaca.  Hanya saja logika yang adapun terbatas jua.  Berazam, dan bertawakkal itusaja yang barangkali kita bisa.
Semoga saja stiap pilihan yang kita tetapkan, kan menjadi rangkaian dan titian menuju kebahagiaan surga abadi. amiiin

sherina - indonesia menangis




Sabtu, 13 Desember 2008

Bikin Schneemann




Kemarin pagi, Bude Yulis dateng kerumah, nganterin hadiah perlengkapan winter untuk anak-anak. Kebetulan salju lagi turun deras pula. Langsung deh perlengkapan winternya dipake & anak-anak mulai beraksi plus berkreasi.

Kamis, 11 Desember 2008

Angka 5 dimana-mana,

Sewaktu maih di kindergarten, Alfi masih kebalik-balik kalau menulis angka 5.  Angka 5 selalu menghadap ke kiri.  Alhamdulillah, kini Alfi sudah bisa menulis angka 5 tanpa kebalik lagi.  Dan mungkin ia mencoba meluapkan kegembirannya dengan menulis angka 5 dimana, mana.  Di kartunya teh Hani, di bawah layar monitor komputer, atau di kertas-kertas yang ia temui .
Yaaah, namanya juga anak-anak.

cinta sejati

Cinta sejati itu Dik, dia tidak berbataskan segenap kriteria yang kau gariskan.  Karena kelak garis-garis yang kau batasi hanya akan menjadi sebuah kepamrihan. 
Cinta sejati itu dik, dia datang tanpa diundang, datang dalam kepasrahan, juga datang tanpa tuntutan.
Jika sebuah lukisan wajah telah kau sketsakan,apatah lagi sebuah nama telah engkau sematkan, kemudian semua sarana menuju masa depan telah kau syaratkan, maka itu adalah cinta kriteria.
Ya, kau memang berhak mencari bahagia seperti apa yang ada dalam lukisan masa disetiap jiwa,
kau memang berhak mendapatkan apa yang terbaik dari yang kau inginkan,
Tapi Dik, karena kita manusia hidup dalam batasan ruang & waktu,  Karena rahasia hati, kelebihan dan kekurangan diri tertutupi jasad yang tak tampak kasat dimata,
Maka, hanya DIA saja yang tahu apa yang kan membuat kita bahagia,
Karenanya Dik, terimalah sesorang yang kan DIA pilihkan,
jika dia yang datang membawa segenggam harapan, karena cintanya pada Yang maha Penyayang,
Ketahulilah dik, bahwa dengan bekal cinta pada Sang Pecipta cinta, maka kau akan mendapatkan semua cinta, seluruh cita dan segenap bahagia.....

.....biarkan saja......

Biarkan saja gemuruh angin bernyanyi diharimu,
atau keringnya dedaunan yang jatuh
gemerisik dilangkahmu
juga
usah hiraukan gemericik rintik hujan
mencuri setitik perhatianmu,
teruslah melangkah
menuju DIA yang telah kau azamkan untuk menjadi segala tujuan.

Jangan pernah kau biarkan segala keindahan mepesonakanmu,
jangan pernah kau biarkan segenap luka surutkan langkahmu,
dan jangan pernah kau jadikan dirimu sendiri sebagai tujuanmu.

waspadalah pada jebakan riang,
berhati-hatilah pada setiap kepedihan,
dan tetaplah berazam,
bahwa DIA adalah segala yang kau dambakan.




Elternsprechabend

Setelah dapet undangan berkali-kali untuk datang ke acara Elternsprechabend, baru tadi malem, Abi bisa dateng ke sekolah.  Bukan apa-apa, karena sibuknya ngurusin riset & disertasi, Abi tuh suka lupa melulu bawaanya.  Jadi walaupun sudah mengisi surat kesediaan untuk datang, suka baru nyadar besoknya atau beberapa hari sesudahnya .  Aku sendiri belum bisa datang mewakili Abi sebab Deutschku baru mulai kursus lagi... masih sangat sedikit kosa kata yang kumiliki, jadi belum pede deh, & belum masuk kualifikasi.
Elternsprechabend adalah pertemuan antara orangtua & guru untuk membahas perkembangan anak selama disekolah.  Setiap orangtua diberi waktu sekitar 15 menit untuk mendengarkan penjelasan dari guru plus diskusi jika ada permasalahan.  Penjelasan yang disampaikan adalah berupa prestasi anak, kelebihankelebihan anak plus kekerangan yang harus segera diperbak.  Alhamdulillah wa syukurillah 90% kabar gembira.  Dan kabar gembira itu kami sampaikan juga ke anak-anak supaya mereka bisa tambah percaya diri.  Supaya mereka bisa mendapatkan tambahan citra opsitif tentang diri mereka sendiri.  Sinar kegembiraan terpancar dari wajah mereka ditambah lonjakan ekspresi lewat gerak dan sedikit "teriak".  Tapi segera kami ingatkan bahwa semua adalah berkat pertolongan Allah, tidak boleh sedikitpun terbersit dihati mereka rasa sombong ujub, takabur & ria. 

Elternsprechabend disini memang selalu dilaksanakan pada "jam malam".  Acara biasanya berlangsung sekitar jam 8-an.  Lain lagi dengan Insantama.  Pertemuan antara orangtua dan guru rutin dilaksanakan setiap sebulan sekali.  Waktu yang dipilih adalah hari sabtu usai anakanak mengikuti program ekspresi.  Waktunya juga diatur sedemikian rupa supaya orang tua yang mempunyai lebih dari satu anak di insantama bisa mengikuti setiap pertemuan, jadi diusahakan sedemikian rupa supaya tidak ada yang bentrok.
Sama, seperti diacara Elternsprechabend, pada peretemuan ini dfbahas mengenai kelebihan & kekurangan siswa, prestasi, serta rencana pembelajaran sebulan kedepan.  Kadang ada orangtua yang menyampaikan keluhan yang mereka terima dari anaknya, misalnya ada anak yang merasa terdzalimi.  Biasanya kita menangani hal tersebut secara umum dalam arti, permasalahan akan dibahas dikelas, dibahas dalam sebuah cerita, dan anak diberi kesempatan untuk sumbang saran.  Semua itu dilakukan agar pesan-pesan moral sampai kepada semua siswa.  Tapi hal itu sangat jarang dan jarang sekali terjadi, karena sebagai sekolah Islam terpadu, Insantama selalu berusaha memadukan setiap pelajaran dengan pesan-pesan ruhiyah dalam kehidupan.

Jumat, 05 Desember 2008

Tunggu aku (puisi)

Kutitipkan rindu ini pada angin,
agar kala ia ia menyapamu,
kau tahu bahwa masih ada aku,
disebuah sudut hati
yang mungkin tak sering kau jumpai
dalam do'a
dalam sapa

aku kan tetap setia menanti,
meski nama diri
barangkali telah tergantikan bersama kembara masa

betapa jarak kini terasa begitu jadi kendala
tapi aku tak akan putus asa,
akan kuterjang rintang,
kupupus rindu
hingga kala kelak kan menghapus semua.

Tunggulah aku
kelak aku kan bersamamu,
mewarnaimu kembali,
mencandaimu,
dan bersamu melukis hari,
merajut mimpi,
menggapai ridho Ilahi,
agar keindahan surgawi bisa kita dapati.

Selasa, 02 Desember 2008

Pindah belajar?

Beberapa hari yang lalu di S Bahn telihat segerombolan anak masuk dengan membawa koper dan tas yang besar-besar.  Rupanya mereka anak kelas 5 gymnasium yang mau nginep di daerah pedesaan.  Menurut seorang teman, disini memang ada program menginap selama seminggu untuk anak kelas 5 gymnasium.  Katanya sih walau nginep, proses belajar mengajar berjalan seperti biasanya.  Dan mereka yang tidak ikut nginep tetep wajib harus kudu belajar di sekolah, tapi nebeng dengan kelas 5 yang lain.

Lain Halnya dengan Insantama, dalam program mabit alias nginep, sama sekali tidak ada proses belajat mengajar, sebab biasanya waktu yang dipilih memang sengaja diluarwaktu KBM.  Nginep di Insantama programnya macem-macem, tergantung angkatannya.  Kelas satu programnya berkaitan dengan upaya melatih kemandirian anak, kelas 2 mengawatiawan dan langit pada sore dan malamhari.  Kelas tiga mengamati banyak hal di berbagai Fakultas di IPB, kelas 4 tinggal di perkampungan dan berbaur bersama penduduk desa sambil bertani dan mengadakan acara khusus dengan siswa SD di daerah tersebut.  Kelas 5 Kemping dan praktek langsung teori2 kepanduan.  Kelas 6 karantina dan AMT untuk persiapan ujian.

Berhasil tidaknya program tersebut, barangkali tergantung pada masing-masing anak.  Tapi waktu hasbi nginep dulu sih kayaknya betul2 berhasil jadi mandiri.  Ceritanya dulu Alfi ikutan nginep walau masih TK.  Dia ikut karena kebetulan bertemu Pak Fajar & Pak Fajar mengajaknya.  Tapiuntukusia TK memang belum waktunya kali ya, sebabkataHasbi, malemnya Hasbiharus bertugas jadi orang tua pengganti.  Malemnya Alfi bangunin kakaknya untuk minta minum dan minta dianter pipis.  Mungkin dia malu kalau mau bangunin Pak Fajar.

Cerdas Finansial

Dalam rangka memperbaiki kesalahan yang ada pada diriku sebagai seorang ibu yang belum bisa mengelola uang dengan bijak, maka aku bermaksud melatih anak-anakku untuk memanage uang sedari kecil.  Aku tak ingin mereka berpendapat seperti aku misalnya : salah satu tugas istri adalah ngabisin uang suami (& gara-gara pendapat ini sering aku tularkan ke temen2 yang baru nikah, aku banyak diprotes para suami2 ).  Atau beberapa pendapat yang teranjur saah yang kini sedang kucoba perbaiki.
Maka... tiap bulan sekarang anak-anak mulai dapet uang bulanan.  Dan ketika mereka dapet jatah uang bulanan, mereka akan mendapatkan wejangan alias teori bagaimana cara bijak mengelola uang. Contoh pesan bijak itu adalah "Gunakan uang untuk membeli sesuatu yang betul-betul kita perlukan"  Dan sesudah berfikir agak lama, Alfi yang baru kelas satu bilang "Mi, Aku butuh Pokemon kartu".... (Gubraghks aku jadi mikir, apa sudah waktunya menerangkan tentang kebutuhan primer,sekunder dan tertier ke anak sebesar Alfi?).
Kemudian aku meminta anak-anak untuk menyimpan uang di celengan yang ada kuncinya.  Tapi Hasbi Protes "Umi Aa mau celengan yang ga bisa dibuka"  Aku bilang : "Pake celengan yang bisa dibuka aja, supaya kalian bisa latihan mengendalikan diri, melihat uang itu tidak harus selalu dibelanjakan" (yang ini solanya sudah jadi penyakit ibunya )
Hasbi protes lagi : "Umi, kalo latihan itu jangan langsung yang susah, latihan itu yang mudah dulu kalo celengannya ga bisa dibuka, Aa kan bisa menahan diri"
Wah kalo dijawab, pasti ga akan ada ujungnya, so aku diam saja.  Hasbi memang selalu punya alasan.  Padahal untuk urusan uang dia sudah pintar nabung meski kadang pingin beli ini itu, dia bisa mengerti kalau diberi penjelasan. 
Mungkin, kecerdasan finansial pada anak berbanding lurus dengan usia juga kali ya, sebab Teh Hani sebagai anak pertama adalah yang paling banyak tabungannya.

Senin, 01 Desember 2008

(puisi) sepenggal pelayaran

Titian hari kadang tak seindah mimpi
sehingga angan kadang harus tersimpan,
tapi jala pinta akan tetap ku anyam,
dan tetap kan kulepas di samudra do'a
Meski angin dingin menyergap nurani kala kulepas jangkar dari bibir pantai.

kuyakin jejaringku kelak kan berisi
walau dalam resah dan lelah harus kumenanti,

Biarlah aku berlayar tanpa nyanyian camar
dan hanya bertemankan nyanyian ombak ketika ia berlarian
angin kan kujadikan teman,
dan langit kan kujadikan panduan,
hingga tiba saatnya nanti kepastian yang dijanjikan.

aku kan tegar menanti.


(puisi) bait ku kali ini

Barangkali kusimpan saja nada itu
di irama hati sanubari
karena ketika ku coba dentingkan dalam alun melodi
getar nada itu seperti gaung meraung.

aku mencoba memilah irama,
tapi nyanyian rasa tak jua sempurna,
ketika dawai malah memecah angan,
ketika seruling mendendang lagu yang tak ku ingin,

kini, biarlah kubernyanyi
hanya dalam hati.



Minggu, 30 November 2008

Bawa sepeda,

Kalau anak-anak tidur kemaleman, maka sudah bisa ditebak kalau besok paginya mereka bakal rada-rada susah bangunnya.  Seperti pagi itu.  Akhirnya setelah beres mandi, makan, dan mempersiapkan berbagai keperluan, mereka berangkat, agak kesiangan sih, jadi supaya tidak telat, mereka berangkat naik sepeda.  Di Jerman, ada aturan bahwa anak-anak baru bebas mengendarai sepeda sendiri setelah mendapat surat resmi dari polisi.  Biasanya diadakan semacam ujian test untuk mendapatkan surat ijin tersebut ketika anak-anak duduk di kelas 4 grundschule (baca : SD).  So, karena Hasbi & Alfi masih kelas 2 & 1 SD, pagi itu mereka dianter abinya.  Juga dipesankan kepada mereka agar pulang nanti mereka membawa sepedanya, alias pulang dengan mendorong sepeda karena abi dan umi tidak bisa jemput.

Hari itu hari kamis, kebetulan di kelasnya Alfi ada acara keluar & alfi tidak pulang dari sekolah,melainkan dari tempat acara kelasnya.  Mungkin karena itulah Alfy lupa membawa pulang sepedanya.  Sedangkan Hasby dikelas, dia belajar seperti biasanya.  Hasby sampai rumah telat sekali, sekitar 1,5 jam dari jadwal yang semestinya.  Biasa, Hasby paling senang berpetualang mengeksplorasi lingkungan.  Sayangnya saat itu HPnya ketinggalan, jadi ga tahu deh harus nyari kemana.
Begitu sampai kerumah Hasby melapor : "Tadi Aa nganter Tarkan dulu beli Pokemon Deck, terus Aa pulang bawa sepeda 2.  Untung ada Tarkan, tadi kita dorong sepeda sampai ke Kaufhaupt Hertz, nah pulangnya Aa bawa sepeda 2, wah berat dan susah Mi, sampe sepedanya sering jatuh-jatuh, terus ada perempuan yang ngeliatin Aa dari tadi & akhirnya dia bantuin bawain sepeda ade" ceritanya.
Olala, padahal Kaufhaupt Hertz tidak terlalu dekat dari rumah.  Kebayang susahnya seerti apa anak kecil mendorong 2 sepeda.  Untung Allah mengirimkan seorang perempuan untuk menolongnya.
Alhamdulillah...

Senin, 24 November 2008

Alfy Look-alike Meter

Habis ngintip kabar-kabari seputar Maryam d blognya Ina, eh ternyata ada sesuatu yang menarik.  Sayang untuk tidak di coba.  So iseng-iseng foto semua anak di coba, dan ternyata oh ternyata, semua anak lebh cenderung mirip aku semua .  Barangkali karena orang Sunda lebih dominan daripada orang Jawa kali yaaah.  Tapi ini tidak bisa dijadikan kesimpulan umum, iya kan????

Untuk yang mau tahu juga anaknya mirip siapa silahkan dicoba di :
http://www.myheritage.com/FP/Company/look-alike-meter.php




MyHeritage: Familienstammbäume - Genealogie - Celebs - Collage - Morph

Sarah2 Look-alike Meter

Habis ngintip kabar-kabari seputar Maryam d blognya Ina, eh ternyata ada sesuatu yang menarik.  Sayang untuk tidak di coba.  So iseng-iseng foto semua anak di coba, dan ternyata oh ternyata, semua anak lebh cenderung mirip aku semua .  Barangkali karena orang Sunda lebih dominan daripada orang Jawa kali yaaah.  Tapi ini tidak bisa dijadikan kesimpulan umum, iya kan????

Untuk yang mau tahu juga anaknya mirip siapa silahkan dicoba di :
http://www.myheritage.com/FP/Company/look-alike-meter.php

MyHeritage: Look-alike Meter - Roots - Pedigree

Hasbi Look-alike Meter

Habis ngintip kabar-kabari seputar Maryam d blognya Ina, eh ternyata ada sesuatu yang menarik.  Sayang untuk tidak di coba.  So iseng-iseng foto semua anak di coba, dan ternyata oh ternyata, semua anak lebh cenderung mirip aku semua .  Barangkali karena orang Sunda lebih dominan daripada orang Jawa kali yaaah.  Tapi ini tidak bisa dijadikan kesimpulan umum, iya kan????

Untuk yang mau tahu juga anaknya mirip siapa silahkan dicoba di :
http://www.myheritage.com/FP/Company/look-alike-meter.php




MyHeritage: Look-alike Meter - Free family tree software - Genealogy search

Khonsa Look-alike Meter

Habis ngintip kabar-kabari seputar Maryam d blognya Ina, eh ternyata ada sesuatu yang menarik.  Sayang untuk tidak di coba.  So iseng-iseng foto semua anak di coba, dan ternyata oh ternyata, semua anak lebh cenderung mirip aku semua .  Barangkali karena orang Sunda lebih dominan daripada orang Jawa kali yaaah.  Tapi ini tidak bisa dijadikan kesimpulan umum, iya kan????

Untuk yang mau tahu juga anaknya mirip siapa silahkan dicoba di :
http://www.myheritage.com/FP/Company/look-alike-meter.php


MyHeritage: Familienstammbäume - Genealogie - Celebs - Collage - Morph

Sederhananya logika anak-anak

Waktu TK A, alfy pernah bilang : Aku tahu kenapa kita punya mata kaki.  Sebab kalau tidak ada mata kaki, ntar kita ga bisa belok 

Sewaktu di Indonesia, anak-anak paling seneng main kesungai dan memancing ikan.  Rupanya Alfy lagi teringat hobynya itu sehingga dia ngotot minta dibeliin pancingan.  Dia bilang, ikan di German gede-gede (tahu dari mana ya...) dan dia ingin menggunakan ikan yang besar itu untuk umpan lagi.  Supaya dapet kan lumba-lumba katanya

Minggu, 23 November 2008

Perang Melawan (tanpa -SE-) Kutu

Know your enemy, itu judul makalah yang oleh Yorg pada suamku ketika ia mendapat kabar bahwa putri kami sementara tidak bisa berangkat ke sekolah karena berkutu, setahun yang lalu.  Yup aku sendiri ernah membawa putriku ke dokter kulit di Indonesia untuk berkonsultasi masalah kutu.  Saat itu dokter hanya menyarankan : keramas tiap hari dan melarang menggunakan obat pembasmi kutu.  Tapi mau diapakan lagi, mungkin karena kebanyakan teman-temannya berkutu maka kutu itu datang dan datang lagi.

Ternyata, masalah kutu yang mungkin jarang dipermasalahkan, di Jerman betulbetul menjadi momok yang menaktukan.  Terbukti dengan pengalaman putri kami saat itu.  Siang itu juga, kami selaku orang tua dipanggil dan putri kami dilarang masuk sekolah selama seminggu.  Putri kami baru bisa masuk sekolah lagi setelah mendapatkan surat keterangan bebas kutu dari dokter.  Malangnya, waktu itu, kartu asuransi kami belum sampai ke tangan, masih dalam proses di kantor Asuransi setempat; Bon.  So, terombang ambinglah kami saat itu.  Untungnya pihak kantor dari DLR menunjukkan sikap yang ramah dan bijak.  Profesor suami saya mengatakan bahwa hal itu adalah biasa, dan putrinya juga pernah mengalami hal yang sama.  Ia dan juga seorang teman yang lain membantu kami mencarikan shampo, bahkan membelikan "sisir pinter" yang bisa mencari kutu.  Bantuan yang sederhana tapi betulbetul berharga sekali saat itu.

Terus terang dalam perang Melawan (tanpa -SE-) Kutu saat itu kami mengaku kalah.  Mengapa?  Karena kami saat itu betul-betul merasa terpukul.  Merasa sedih yang teramat sedih hngga merasa "asa pang sang sarana sadunia".  Juga merasa semakin terasing di negri asing.  Apalagi ketika mendengar cerita bagaimana reaksi yang terjadi di Sekolah.  Betapa ributnya para siswa dan ruangan sampai ke bangku dan lac tempat putri kami duduk langsung di sterilkan.  Diam.  Bungkam.  Itu yang kami lakukan saat tu.  Mencoba tdak "membuka aib" akbat berkutu.  Tap yah, namanya juga mahluk sosial, akhirnya cerita tentang berkutunya anak kami terdengar kemana-mana.  Hal itu mulai aku ketahui ketika seorang yang dituakan disini menjengukku dan mencoba menghiburku.  Pada awalnya pembicaraan tidak menjurus kearah sana, tapi mungkin karena sudah niat, ya akhirnya sampai juga pembicaraan pada tema Perang Melawan (tanpa -SE-) Kutu.

Ghorzah baqoku saat itu naik dan mencuat.  Aku tak rela putriku diperlakukan dan dibicarakan sedemikian rupa.  Tapi apa daya, aku orang asing yang serba tidak tahu tentang apa-apa yang ada di Jerman hanya bisa menatap keadaan.  Menahan amarah, dan mengadukan semua pada Yang Kuasa.  Andai saja saat itu saya sudah kenal MP, mungkin ga akan begtu, karena ternyata di MP ada nformasi yang berharga mengenai Perang Melawan (tanpa -SE-) Kutu.  Selengkapnya bisa di baca di : http://tmartiana.multiply.com/journal/item/17/seputar_kutu  (Hatur Nuhun nya Neng Ina nya......)

Kamis, 20 November 2008

Kelas empat.

Selama tiga tahun mengajar di kelas empat,banyak pengalaman unik dan menarik yang begitu membekas dibenak saya.  Di Indonesia yang rentang jarak pendidikan dasarnya adalah enam tahun,masa-masa kelas empat adalah masa dimana anak merasa bebas tanpa beban.  Ketika kelas satu mereka mulai beradaptasi.  Kelas dua mulai mengerti dan, kelas tiga mulai malu-malu mengaktualisasikan diri, maka masa kelas empat adalah masa puncaknya berekspresi.  Sementara kelas lima nanti mereka mulai mempersiapkan diri dan kelas enam harus betul-betul mengasah diri guna meraih mimpi.
Pada saat puncak mereka mengeluapkan segala macam ekspresi dengan sejuta gairah yang ada ini, sering timbul beberapa pertanyaan dari orang tua mengapa anak saya begini dan begitu.  Terlebih lagi, ketika muatan kurikulum mulai sedikit melompat, tak jarang luapan ekspresi itu menjadi faktor kendala bagi tercapainya prestasi.  Karenanya, seolah sudah menjadi sesuatu yang rutin jika para orang tua kelas empat akan komplain dengan nilai anak mereka yang cenderung jatuh.  Biasanya saya mencoba mengajak orang tua untuk melihat secara lebih dekat  apa yang terjadi pada anak mereka.  Anak-anak yang mulai merasa takjub dengan dirinya sendiri.  Anak-anak yang mulai mengenal perasaan ajaib terhadap lawan jenis dan tidak sedikit yang terheran-heran dengan perasaan itu.  Anak-anak yang mulai bertanya-tanya tentang darimana datangnya adik bayi.  Anak-anak yang semakin menujukkan identitas dan jati diri dengan membentuk kelompok sendiri-sendiri.  Dan juga beraneka ragam ekspresi lain yang khas sesuai dengan trend ABG dimasanya.  Itulah beberapa ciri yang dominan terjadi dianak kelas empat. 
Sering, beberapa ciri itu muncul bersamaan dan efeknya adalah mengurangi konsentrasi dan gairah pada belajar sehingga diperlukan kegiatan ekstra untuk membangkitkan gairah belajar mereka dan juga untuk mempertahankan minat serta konsentrasi mereka.  Jika tidak berhasil, maka nilai nominal dari kebehasilan belajar akan turun.  Sementara beban kurikulum yang lumayan berat juga membuat anakanak kelas empat terlihat lebih cepat lelah belajar.  Tidak sedikit orang tua yang komplain atas turunnya prestasi belajar mereka.
Nah, aku pikir hal ini terjadi hanya di Indonesia, tapi ternyata kemarin denger kabar bahwa di Jerman juga sempat terjadi hal yang sama.  Prestasi awal kelas empat ternyata banyak yang turun.  Padahal, di Jerman kelas empat bukanlah masa untuk "merdeka" tapi masa untuk mempersiapkan diri kejenjang selanjutnya karena pendidikan dasar disini hanya sampai kelas empat.  Selanjutnya, kemana anak akan belajar di kelas 5: di Gymnasyum, Realshule atau Hauptshule (bener ngga ya nulisnya), tergantung dari prestasi kelas empat.
Kembali tentang kelas empat :  Bagiku, siswa kelas empat adalah siswa-siswa yang hampir semuanya menyenangkan.  Kenapa?  karena mereka sudah mulai bisa diajak bicara secara "dewasa"  Mereka juga biasanya terbuka tentang apa saja, dan mereka sangat mudah untuk diajak kerjasama.
Jadi ingat dulu ketika aku dipindahkan ditengah semester ketika mengajar dikelas empat, saat itu aku diminta mengajar dikelas satu. Tak sedikit siswa yang protes, apalagi ketika semester berikutnya aku kembali kembali dipindahkan, kali ini aku diminta mengajar di kelas 5 mereka yang dikelas empat bilang : kalau Bu Rani di pindahkan lagi, harusnya mengajar kita lagi.  Ah, siswa kelas empat memang siswa yang sangat menyenangkan dan  memberikan banyak keindahan serta kebahagiaan untuk dikenang.

Senin, 03 November 2008

Jumat, 31 Oktober 2008

Laptop Rusak

Innalillahi wa inna ilaihi rojiún.  Telah rusak Laptop tua merek Fujitsu Siemens Alimo (tipenya lupa) karena kebanjur air.  Duh, rasanya sebel, kesel dan pengen nangiiiiiiis.  Apalagi ntar suami mo ke Jakarta so keberadaan Alimo sebenarnya sangat aku perlukan sekali, terutama untuk komunikasi nanti dengan suami, selain untuk ngempi tentunya.
Yah, namanya juga musibah, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, kalau Allah hendak mengambil sebagian dari rizqi yang ia titipkanmah bisa kapan saja.  Kunci catatan hikmah : ujian kepahitan,kekurangan harta dll pasti akan datang, tapi menderita adalah pilihan disamping plihan lain yaitu sabar, sabar, sabar dan ikhlas.  (hayo mo pilih mana???)

Tetapi,
aniwey,betewei,kalau aku ingat ujian yang menimpa salah satu Guru Qiroátiku, rusaknya alimo mah ga seberapa (semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik) dibanding dengan ujian yang menimpa Guruku tersebut.
Sekitar 3-4 bulan yang lalu, suaminya meninggal, dan 3 bulan sesudah suaminya meninggal, tepatnya pada saat takbir hari raya idul fitri bergema dimana-mana, rumah guruku habis dilalap sijago merah.  Apa yang dimilikinya semuanya musnah,nah,nah.  Harta yang tersisa hanyalah baju yang melekat dibadan.  Innalillahi wa inna ilaihi rojiún.....  Semoga Allah memberi ketabahan dan kesabaran pada beliau.  Semoga allah meninggikan derajat keimanan beliau....  Amin.

Yaa Allah, janganlah ENGKAU beri kami beban ujian yang kami tidak sanggup memikulnya....
Amin.

Kamis, 30 Oktober 2008

......................

karena hidup sesungguhnya teramat indah,
hanya saja angan yang panjang terkadang menghapus bayang keindahan

Rabu, 29 Oktober 2008

.... denyut kehidupan....

Denyut kehidupan itu sudah terlihat sejak beberapa bulan yang lalu.  Hanya saja sebentuk cikal bakal manusia itu masih terlalu kecil untuk menunjukka keberadaannya.  Ia baru nampak ketika kita mencoba menengoknya lewat sebuah alat yang dinamakan USG.  Kini seiring berlarinya hari, denyut kehidupan itu semakin terasa keberadaannya.
Dulu, ketika kali kedua gelombang suara ultra itu mencoba melihat gambaran keberadaanya, Ia menggoyang-goyangkan kakinya, seolah ia hendak berkata „lihat,aku telah hidup, aku
telah mampu menggerakan kaki kecilku meski bentuknya belum sempurna“
Kemudian pada kunjungan ketiga, kehidupan itu terus menunjukkan perkembangannya.  Seolah ia tahu bahwa didunia sana ada orang-orang yang tengah melihatnya, menatapnya, maka ia berkali-kali berusaha menghadapkan wajahnya kearah kami yang melihatnya.  Selain itu, ia juga menunjukkan kebolehannya dengan menggerakan tangan dan kakinya.  „wunderbar“ begitu komentar dokter saat itu.
Kunjungan keempat, seiring bertambahnya hitungan kehidupan dalam kandungan, kehidupan itu pun menunjukkan perkembangan.  Lagi-lagi ia menunjukkan kebolehannya dilayar monitor yang memantulkan gambar dari gelombang ultra suara.  Digambar terlihat ia mencoba membuka mulutnya, seolah-olah ia ingin menyapa.
Dan Sapaan itu kembali ia ungkapkan pada kunjungan kelima.  Seakan ia mengajak orang-orang yang tengah memperhatikannya dilayar monitor untuk bermain „ciluk ba“. 
Seolah-olah ia hendak meneriakan kata „baaa“.  Tidak sampai disitu, sapaannya kini semakin terasa betul-betul nyata.  Lewat gerakan tangan dan kakinya ketika ia mengetuk-ngetuk  perut ibunda.
Subhaanalooh.  Itulah kehidupan dialam rahim sana.

Satu hal yang sangat menggelitik adalah bahwa dalam Al Qur-an; surah Al Hajj, digambarkan tahap-tahap kehidupan dalam alam rahim.  Dan tahapan itu juga ditegaskan sebagai hujjah bagi mereka yang ragu akan datangnya hari akhir nanti.  Dulu, tentu sama sekali tidak terbayangkan bahwa kehidupan alam rahim akan terdeteksi, bahkan kini bisa semakin terlihat nyata dengan teknologi ultra suara 4 dimensi.  Kini, ketika alam kehidupan rahim bisa terdeteksi meski hanya sebatas gambar yang barangkali jauh dari sempurna, jauh dari wujud gambaran serta konteks keberadaan yang sebenarnya, ada satu pertanyaan dalam hati.  Ketika alam rahim disandingkan dengan keimanan akan keberadaan hari akhir; ketika gambar tentang kehidupan alam rahim itu bisa terlihat adanya, akankah kelak gambar-gambar kehidupan hari akhir juga tertangkap dilayar monitor???
Banyak cerita dalam Al Qur-an dan sunnah tentang kehidupan alam rahim.  Dan Banyak juga cerita tentang kehidupan sesudah dunia yang disampaikan oleh Al Qur-an dan sunnah.  Entahlah.  Hanya saja, kini semakin banyak saja rahasia Ilahi yang terbuka.  Satu persatu kabar dari hadits yang dulu sama sekali tak terbayangkan kini telah datang dalam kehidupan.
Semoga saja, semuanya itu semakin meninggikan kita dalam derajat keimanan.  Amin.

Senin, 20 Oktober 2008

Neuschwanstein; seperti istananya Rapunzel...




Dari kecil aku paling suka dongen dan cerita-cerita klasik seperti cinderela,putri salju,Sleeping beauty,dll. Kini kisah kisah dongeng tentang putri cantik baik hati yang bernasib mujur tertuang dalam film-film berbi. Walaupun sudah lain kemasannya aku masih tetep suka, aku suka dengan film Rapunzel,Swan lake, & fim animasi berby yang lainnya. Lumayan lah untuk cerita ke anak-anak & para siswa dalam rangka mengikuti trendnya mereka supaya mudah berkomunikasi dengan mereka(alasannya).
Kemarin, waktu jalan-jalan ke Neuschwanstein.... wuih subhaanalloh, aku seperti melihat istana tempat Rapunzel di sekam. Dan bangunan yang selama ini hanya kulihat dalam film-film animasi, ternyata begitu nyata didepan mata.
Bingung juga sih kenapa Raja Ludwig II membangun beberpa istana terpencil di atas gunung.

Autum Tale (versi aku)




Gara-gara ketagihan nonton autum tale, aku jadi suka banget sama panorama autum. Ketika daun berubah warna,dan perlahan tapi pasti semuanya jatuh kebumi.
Wah Subhaanalloh deh pokoknyamah saat mengamatinya. So, sekarang aku mencoba merangkai album autum tale versi aku, tanpa Won Bin & Song Hye Gyo tentunya ;)

Minggu, 19 Oktober 2008

WASPADA

Beberapa bulan yang lalu, acount email suami saya tidak bisa diakses lagi.  Seseorang telah mencuri dan merubah paswordnya.  Ternyata tidak sampai disitu.  Si pencuri pasword ini mengirimkan email ke semua kontak yang berisi fitnah, bahwa Suami saya itu sakitlah,inilah,itulah bahkan kalau tidak salah dia juga berani mengatakan bahwa suami saya "gila".  Pernah suatu saat, seorang Profesor dari Bonn menelpon suami saya dan bertanya "ada apa dengan kamu,kenapa kamu koq mengirim email yang isinya minta uang?"  Suami saya akhirnya menjelaskan keadaan yang sebenarnya.  Saya & suami tidak tahu, apakah yang dimintai uang hanya satu orang saja atau banyak.  Apakah juga ada yang percaya dengan email yang ada dan memberikan uangnya atau tudak kami tidak bisa melacaknya.  Suami saya saat itu punya dua acount email, sayangnya daftar contak di email yang dibajak tidak sama dengan email yang lainnya, jadi tidak bisa memberikan konfirmasi kesemua kontak yang ada.

Dunia maya, memang benar-benar maya dan tidak kasat mata.  Kejahatan ternyata bisa terjadi juga, dan bahkan mungkin lebih gampang dibanding didunia nyata karena akan lebih susah melacak siapa pelakunya.  Beberapa waktu yang lalu, seorang rekan terkena pula.  Ada seseorang yang mengajaknya taáruf dengan identitas seorang ikhwan yang rekan saya kenal.  Ternyata dia orang yang berbeda dengan ikhwan yang identitasnya dikenal oleh rekan saya tersebut alias dia mendompleng nama orang lain, alias dia menipu alias dia memalsukan identitasnya sendiri.  Katakanlah dia mengaku bernama X padahal sebenarnya dia adalah Z.  Parahnnya sepertinya orang ini sudah cukup profesional sehingga dia betul-betul bisa meyakinkan rekan saya tersebut (atau karena rekan saya yang telalu lugu kali ya....).  Kurang ajarnya si Z ini selain mempermainkan hati & perasaan rekan saya dengan cerita yang dibuat-buat, ujung-ujungnya dia juga mengancam rekan saya setelah ketahuan bahwa identitas aslinya adalah Z bukan X.  Hmmm, ada-ada saja orang dizaman sekarang ini ya.  Apa maunya dan apa untungnya bikin susah dan gelisah orang.  Usut punya usut, sepertinya, pasword Mp rekan saya ini telah dicuri juga oleh si Z tersebut.  Ada sih sebenarnya yang dicurigai, tapi itu sebatas kecurigaan berdasarkan beberapa indikasi, belum ada bukti.  Tapi mo nyari bukti giamana ya, lha wong ini dunia maya. 

Dari pelajaran diatas sudah saatnya kita waspada.  Berhati-hati gitu lho.  Kalau saya sendiri, untuk mengantisipasi, saya pelajari cara membuat pasword yang kuat lewat beberapa acount email.  Kemudian saya punya beberapa acount email yang masing-masing punya fungsi sendiri juga pasword sendiri.  Ada email yang khusus untuk multiply,untuk milis pengajian, untuk milis kewanitaan, untuk milis pendidikan, untuk milis kepenulisan, juga email yang sifatnya pribadi. 
Anda punya trick yang lain???
bagi-bagi dong tricknya biar kita aman dan nyaman berkelana di dunia maya.

Jumat, 17 Oktober 2008

Pe-er......

Gara-gara suka pengentahu tentang orang, akhirnya ketiban durian juga nih, ketiban durian Pe-er.  Pe-er nya adalah membuka 10 Fakta tentang diri pribadi.  Fakta yang barangkali sangat subjektif sekali.

1.  Ibu dari 4 anak.  Asli dari Bandung, berdomisili di Bogor, tapi sekarang lagi diboyong suami ke Negaranya Lukas Podolski gara-gara suami dapet beasiswa untuk meneliti hal-hal yang bisa digunakan untuk deteksi dini tsunami.

2.  Dari kecil ga pernah betah dirumah dan hobi banget berorganisasai.  Dari mulai kalpataru,pramuka,PMR,Rohis SMA,DKM Kampus, KARISMA,juga bergabung di beberapa Yayasan dalam waktu bersamaan.  So, sekarang ketika harus menghandel pekerjaan rumah sendiri alias jadi ibu rumah tangga sejati, jumpalitan deh rasanya.

3.  Gara-gara jumpalitan itulah, dan gara-gara tidak pernah mampu mengerjakan tugas saya sebagai Frauhaus dengan sempurna, saya selalu merasa bahwa saya bukanlah seorang Istri yang baik, bukan pula seorang ibu yang baik. 

4.  Senang menulis, terutama puisi,terkadang cerpen,juga catatan-catatan ringan sekedar menuangkan hikmah yang didapat.  Pengen sih mempublikasikan tulisan-tulisan saya menjadi sebuah buku.... tapi baru kepengen aja.  Punya rencana menulis novel, alurnya sudah ada, tapi....

5.  Pernah bertekad tidak mau jadi guru sebab takut kuwalat gara-gara waktu SMP&SMA sering ngisengin guru praktek, tapi akhirnya jadi guru juga, mungkin karena kedua orang tua saya dulu betul-betul menginginkan saya menjadi guru, dan sering menyuruh saya supaya jadi guru.

6.  Sekarang sih lagi cuti mengajar,Cuti diluar tanggungan. Insya Allah kalo kembali ketanah air pingin kembali berkarir.

7.  walaupun cuti mengajar, tapi alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan pada saya untuk tetap menyandang predikat pengajar.  Sekarang saya mengajar qiroáti ibu-ibu nih.

8.  Dari dulu senang mengamati kehidupan, terutama perkembangan anak& remaja, dan sekarang sedang benar-benar tertarik dengan hal-hal yang berbau kependidikan.  Ya jelas lah supaya menunjang karir gitu lho.

9.  Suka memotret dan dipotret.  Di Sekolah (insantama) jika ada acara saya lebih senang jika pegang kamera alias sie dokumentasi, tapi bisanya, pegang amanah apapun, kamera tak pernah lepas dari tangan saya.  Cuma temen-temen suka ada yang protes, sebab, walaupun saya yang pegang kamera & bertugas mengabadikan peristiwa, tetep saja gambar alias foto saya selalu ada.  Kata Pak Elka, fotrografer yang tinggal di Munchen, saya punya bakat lho jadi fotografer....

10.  Sedang berencana membuat lembaga beasiswa untuk membantu mereka yang tidak punya.  dari dulu udah jalan sendirian sih lobi sana-sini tuk membantu siswa yang tidak mampu.  Ntar mah kedepan mau semakin di "real"kan, apalagi dan mulai dapet dukungan.

Nah itu dia fakta yang ada.  bagi yang berkenan membaca, maaf kepada anda saya bebankan tugas untuk mengerjakan pe-er ya......


Kamis, 09 Oktober 2008

Drugs in Pregnancy : SafeFetus.com

http://www.safefetus.com/
Jika ingin tahu aman tidaknya sebuah obat untuk dikonsumsi inu hamil, cari disini. Datanya lengkap untuk seluruh obat yang diproduksi di seluruh dunia

lensa kontak



 Jangan gunakan lensa kontak saat anda atau saudara anda hadir di pesta BBQ atau sejenisnya yang berhubungan dengan api... Sebuah kisah nyata mengenai efek lensa kontak.... Ini terjadi pada seorang pemuda berusia 21 tahun, dia pakai lensa kontak selama pesta barbecue. Ketika dia sedang memanggang daging, dia memandangi terus bara api itu. Setelah beberapa detik kemudian, dia mulai berteriak minta tolong dan meloncat-loncat. Orang-orang disekitar tidak tahu kenapa.... Saat tiba di rumah sakit, dokter bilang kalau pemuda itu buta permanen akibat lensa kontak yang dipakai. Lensa kontak terbuat dari plastik dan hawa panas dari bara api telah melelehkan lensa kontak tsb. Kalo anda perduli, informasikan ke teman-2

(dari seorang sahabat via YM)

 

Senin, 06 Oktober 2008

Sesaat Kau Hadir by Utha Likumahua




Utha Likumahua - Esok 'Kan Masih Ada




wajahmu kupandang dengan gemas,
mengapa air mata slalu ada di pipi
hai nona manis biarkanlah bumi berputar
menurut kehendak Yang Kuasa

Apalah artinya sebuah derita
bila kau yakin itu pasti akan berlalu
hai nona manis biarkanlah bumi berputar
menurut kehendak Yang Kuasa

Tuhan pun tahu hidup ini sangat berat
tapi taqfir pun tak mungkin slalu sama
coba cobalah tinggalkan sejenak anganmu
esok kan masih ada... ooo
esok kan masih ada

laskar pelangi




Pengen nonton euy...

Jumat, 03 Oktober 2008

jangan ngobrol di tangga

Yup sering sekali aku berpesan pada anak-anak agar tidak ngobrol di tangga.  Nanti berisik & tetangga bisa marah.  Tapi kemarin aku lupa pada pesan itu.  Keluar dari ruang dokter aku ngobrol sama suami, pas mo turun tangga ga kosentrasi lalu tiba-tiba ngagulitik deh alias mengelundung alias jatuh dari tangga.  Untung ga terlalu tinggi jatuhnya, hanya stengah tangganya aja. Kaget & memar ternyata lumayan bikin aku bergetar.  Jadi ya, balik lagi deh keruangan dokter tuk ngobatin yang lecet-lecet plus memar-memar.

so; ingat-ingat ya...
jangan ngobrol ditangga.

Senin, 29 September 2008

malam-malam terakhir

terpekur di atas sajadah, dimalam-malam terakhir kucoba reningi diri.  ya Robb begitu banyak kekurangan yang kupunya.  Begitu banyak kelalaian yang kulakukan.
Satu yang begitu kusadari saat itu, bahwa aku belum bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku. 
Maka kupohonkan ampun padaNYA atas kelalaianku dalam menjalankan amanah yang satu ini.
dan kupinta padaNYA agar IA selalu menjaga anak-anakku dari segala mara bahaya, kupintakan juga agar IA selalu memberi cinta pada semua anak-anakku, juga kupintakan agar IA titipkan sebait cinta untuk mereka dari orang-orang yang mencintaiNYA, juga dari semua orang yang berada disekitar mereka.  kupintakan agar anak-anakku diberi kecerdasan untuk memahami ayat-ayatNYA baik yang qauliyah, maupun qauniyah.  Kupintakan juga kesejahteraan didunia serta kebahagiaan lahir dan batin di dunia dan akhirat untuk anak-anakku.  ku titipkan mereka agar selalu dalam penjagaanNYA.

Nak, umi memang belum bisa menjadi ibu yang baik untuk kalian, tapi ketahuilah bahwa umi mencintai kalian semua karena Allah semata.  Maaf umi nak, atas segala kekurangan, atas segala kesalahan.

Beda Presepsi

Ketika kami sholat maghrib berjamaah, Hasbi sama alfi main-main dalam sholatnya.  Usai sholat mereka diberi nasehat, peringatan, dan hukuman.  Hukumannya adalah memegang dua kuping sambil berdiri dengan satu kaki.
Ketika dikatakan pada mereka "sekarang kalian ke kamar!"
Hasbi kekamar sambil tetap memegan kuping & pergi sambil meloncat pake satu kaki karena merasa belum diperintah untuk menurunkan tangan & kaki.  Sedang Alfi, karena ia merasa sudah ada perintah lain, maka ia menganggap hukuman sudah selesai,ia pergi ke kamar dengan berjalan normal-normal saja.
Hihihi, satu perintah bisa menimbulkan kesimpulan yang berbeda.

teroris

Alhamdulillah semua adik-adik TPA Munchen, kemarin mendapatkan oleh-oleh dari kak Echa oleh2nya adalah tas keren yang ada identitas TPA Munchennya. Teh Hani & Alfi bangga memakainya, hanya Hasbi yang tidak PD.  Waktu ditanya kenapa tidak PD hasbi menjawab "sebab agama mereka bukan agama kita, Kata mereka Islam kan teroris, Aa takut disangka teroris" (umi bingung).  Waktu ditanya "kenapa kamu bisa berfikir seperti itu?", Hasbi yang biasanya punya seribu satu alasan hanya diam.
Wah dapet PR lagi nih tuk mengembalikan image Hasbi & meluruskan pemahamannya.

Senin, 22 September 2008

teringat,

Kemarin, usai tadarusan ma sobat-sobat muda,aku mencoba memberi sedikit tausiyah.  Alhamdulillah,dengan kesempatan tausiyah tersebut, apa-apa yang pernah ada dikepala jadi terkuak lagi, muncul lagi, persis disaat aku betul-betul membutuhkannya.  Mungkin ini karena dikabulkannya sebuah doá seperti yang ada di : http://qiyani.multiply.com/video/item/4/DoaUntukKuatIngatan.3gp

Sederhana aja sih, dalam sepenggal tausiyah itu aku bercerita tentang Sayidati fatimah AzZahra ketika dia meminta pada Baginda Rosulullah saw tercinta seorang khadimat untuk membantu meringankan tugas rumah tangganya ketika tangannya melepuh karena menggiling gandum untuk membuat roti.  Tapi Baginda Nabi saw tercinta tidak memberinya khadimat alias pembantu, hanya memberikan pesan : Sebelum tidur bacalah subhaanalloh 33X, alhamdulillah 33X, & Allohu Akbar 33X.

Pe dirumah aku mikir, olala, aku kan dirumah sekarang ini juga semua dikerjakan tanpa khadimat alias serba sendiri, paling cuma dibantu suami,  tapi kenapa aku bisa lupa sama wasiat Baginda Nabi Muhammmad saw tercinta yang satu ini(Pantes kerjaan rumah terasa teramat sangat berat sekali). Mungkin karena menjelang tidur aku capek banget, terutama cape mata abis ngempi atau abis nyufi korea.
Ntar malem Insya Allah mo bisakan amalan dzikir yang satu ini ah.... disamping doá mo tidur & doá2 lainnya.
semoga tidak lupa.

Jumat, 19 September 2008

Menabur asa menuai cita

Menurut Tony Buzan dalam buku mind map, ketika kita memasukan sebuah informasi kedalam otak, maka otak tidak hanya akan membentuk sebuah sambungan dari informasi yang baru dengan informasi sebelumnya, tapi langsung akan membuat sebuah networking yang luar biasa.  Jadi, ketika kita memasukan informasi "sampah", maka akan terjadi networking sampah yang terus berkembang.  Istilah sampah masuk sama dengan sampah keluar, tidak berlaku dalam otak.  Jika ada satu sampah masuk, maka akan terjadi segunung sampah dalam otak. 
Oleh karena itu, yuk kita masukan informasi-informasi positif kedalam otak kita, agar kemudian otak juga memerintahkan tubuh untuk berlaku positif sesuai dengan informasi yang dimasukkan.  Supaya proses pemasukan informasi ini menjadi menyenangkan, kita rangkai dalam sebuag game berantai yuuuuk. 
Informasi yang kita masukan kali ini adalah apa yang kita impikan dan bagaimana cara kita mencapai impian tersebut.

Adapun aturan game ini adalah :
1.  Tuliskan minimal 3 impianmu/harapanmu.  Mimpi ini harus real dan tidak bersifat ukhrowi, sebab kalo di akhirat mah semua sudah jelas pasti pinginmasuk surga semua, iya khan? (boleh sebanyak-banyaknya)
2.  Tuliskan rencana & cara untuk menggapai impianmu.
3.  PR kan game ini minimal ke 3 teman Mpers yang lain
4.  Kita saling doákan yah semoga impian kebeli

Oke, aku mulai dari diriku ya....
Harapan pertamaku :
Punya Rumah dekat Insantama, rumah yang luas, berhalaman lapang&asri, penuh kebaikan dan keberkahan.
(Biar nanti pas pulang ke Indo langsung pulang ke rumah baru tersebut jadi ga ngabisin biaya transport lagi untuk kerjaku, dan sekolah anak-anak)
cara mencapainya :
1.  Berdoá
2.  Berinfaq lebih banyak agar Allah memberi rizqi yang lebih banyak
3.  Berhemat
4.  Menabung
5.  Minta di doáin ma temen-temen semua

 Harapan kedua
Pergi haji & umroh
(siapa coba yang tidak kepengen, aku sering iri bila dengar cerita oarang bisa umroh berkali-kali)
Cara mencapainya :
1.  Berdoá
2.  Berinfaq lebih banyak agar Allah memberi rizqi yang lebih banyak
3.  Berhemat
4.  Menabung
5.  Minta di doáin ma temen-temen semua

Harapan ke tiga
Jadi Wakasek di Insantama
(terserah deh, mau jadi wakilnya Pak Nono atau Pak Agung semuanya sama saja, yang penting jadi wakasek )
cara menggapainya
1. Terus belajar
2.  Tunjukkan prestasi
3.  Pendekatan pribadi

Harapan ke empat
Melanjutkan rencana membuat lembaga beasiswa
Cara menggapainya
1.  kontak temen fosis yang punya ide sama
2.  Bentuk jaringan, kumpulkan data & dana

Emapat aja deh harapan jangka pendek saya...
Terus networking impian ini ku estafetkan pada :
1. Mba Diny Suryanto (mamanyaechanadine)
2. Agung di bakos (atmand)
3. Bu Sofi (umine)
4. Ros (nabilatulzahwa)
5. M rizqi (pejuang)
6. Dee (rahmajanti)
7. Mba Reny (masip)

Oke teman-teman, selamat merajut mimpi, menabur asa menuai cita,

Rock Damo




Yeah, lagu pilu sendu ternyata asyik juga dibawa ngerock.
Destiny itu judul lagunya, salah satu Ostnya di damo.

Damo




Song of sorrow, itu judul lagunya, pilu bak disayat sembilu. Tapi enak dinikmati.

Special untuk Ros di Insantama
Jang Sung Baek nih.
Figur pemimpin yang kharismatik, baik hati, cakep & jangkung. Siapa coba yang tidak suka @_@

Kamis, 18 September 2008

Autum Tale




Beberapa hari ini suhu udara drop banget, rata-rata dibawah 10. Malah tadi pagi katanya sampe 0. Udah masuk musim gugur kali ya....
Trus ngomong-ngomong tentang musim gugur, drama yang satu ini ni, yang bertemakan tentang musim gugur, baguuuuus banget. Bagus ceritanya, bagus gambar-gambarnya juga bagus actingnya. satu saja yang ngga bagus buatku : aku maunya Tae shuk jadi ma En Suh. Yah begitulah drama korea, sering kisah cintanya tak sesuai dengan keinginanku. :D

(puisi) Terjajah impian

Sebenarnya aku tahu betul apa yang dihatimu, dan juga dimimpimu.
Juga aku tahu bahwa kau tak kan pernah lelah pun menyerah tuk dapatkan semuanya.
Karena kau yakin dan sedemikian yakin bahwa disanalah bahagia sejatimu.
Tapi ijinkan aku membuka matahatimu,

Lihatlah langit,ia berhias indah warna warni pelangi
ketika hujan usai menyimbah tanah, saat awan begitu kelabu.
Bukan, bukan saat terik mentari menyengat keindahan lagit kan terlihat.
dan sadarkah kau,cita dan mimpimu kini seperti benderang terang,
silau menghalang pandang.
dan tahukah kau,di balik awan kelabu tersimpan biru rindu.
Karenanya terimalah kelabu karena kelak pelangi kan terlukis dihatimu.

Kemudian pandanglah malam ketika bulan tampil sepenggalan,
Ia memang tampil tak seindah kala purnama,
Tapi,simaklah gemintang disekelilingnya,
Semuanya berkedip indah memancarkan pesona
Sehingga gelap tak jadi pekat
Dan semua tampak senada seiarama.
Dan tahukah kau bahwa mimpimu laksana purnama,
Telah menghapus pesona kedipan gemintang yang biasanya tampil cemerlang.
Sempurna purnama adalah puncak keindahan,
Sempurna indah karena ia muncul dikesendirian,
dan bukankah kesendirian ingin segera kau sudahkan?
Karenanya lihatlah gemintang yang berkedip disekelilingmu
dan ijinkan waktu melukis mimpi dalam sabit bulanmu

Jangan pernah salahkan awan ketika ia redupkan sinarmu,
Jangan salahkan hujan ketika ia simbahkan dukamu,
Jangan berpaling dari bulan yang tampil sepenggalan,
Jangan membenci gemintang ketika karena tak bermaksud merebut mimpimu.
Berkacalah pada hati,
Jujurlah pada diri,
Taqdir seperti apakah yang kau cari
Bukankah kau tahu bahwa lukisan ilahi
adalah sebuah keindahan sejati?
Karenanya, jangan serankan mimpi hanya pada diri
Ijinkanlah DIA mengatur semuanya untukmu, dalam pasrahmu.
aku disini tak rela melihatmu terjajah mimpi.

Selasa, 16 September 2008

Acessories, alias perhiasan

" katakanlah (Muhammad) siapakah yang mengharamkan perhiasan....." Al Qur'an surah ke 7 ayat 32.
So, hukum perhiasan itu adalah mubah se mubah-mubahnya alias boleh-boleh saja.  Bahkan dalam ayat sebelumnya kita malah diperintahkan untuk memakai pakaian yang bagus ketika memasuki mesjid.  Tapi bagus bukan berarti baru, iya toh?  Jadi sebenarnya maksudnya seharusnya justru ketika kemesjid harus pake pakaian bagus, bukan hanya saat ke undanagannya saja.

Terus, bicara masalah perhiasan apa saja sih yang dimaksud atau yang termasuk dalam kategori Asesoris?  Banyak laaah.  Kalung, gelang, anting, cincin, jam tanagan, Syal, Topi,Tas, dan apalagi ya......
Kenapa saya ingin mosting tentang perhiasan? ini karena saya lagi gatel, lagi kaget,lagi tersepona, eh terpesona oleh asesoris nih.  Khususnya Tas.  Tas termasuk Asesoris kan, karena ia melengkapi plus mempercantik penampilan seseorang.  Itu tuh, kemarin saya denger ada tas yang harganya 600 Euro (kurang lebih sekitar 8,5 juta) Gila bener, terus ada yang beli juga itu tas.  Kira-kira yang sanggup beli tas seharga itu yang gaji bulanannya berapa ya... Kalo kreditmah ga mungkin sebab kayaknya ga dijual kredit & ga dijual diarisan-arisan.(norak banget ya aku pake ngurusin kerjaan orang, yang pentingmah kan aku kagak dirugikan, dasar usil)
Kalo Hp (Hp juga bagiku termasuk bagian dari penampilan), Jam tangan,kalung cincin,giwang atau gelang mah harga segitu tentu masih masuk akal. Kalau tas... akal ku belum nyampe (namanya juga dari kampung).

Aku sendiri termasuk penggemar Asesoris, & aku pikir semua wanita juga suka asesoris.  Apalagi hukumnya mubah & kita dilarang mengharamkannya.  Tapi aku masih berfikir bahwa suatu saat nanti (diakhirat maksudnya) kita akan ditanya tentang harta kita darimana kita dapatkan & untuk apa kita belanjakan.
Kalau di dunia kita bisa bangga menyebutkan bahwa kita membelanjakan Rp 8,5 jt untuk sebuah tas.  Masih bisa jugakah kita mengatakan dengan bangganya pula diakhirat nanti?

Pe er

Dapet PR dari bu Sofi nih, me-listbeberapa kesibukan yang pernah (dan atau sedang)kita lakukan,anugrah yang kita dapatkan (menonton TV & Film juga anugrah kan, anugrah dari mata yang indah).  Pe-er ini tujuannya mungkin untuk evaluasi & mensyukuri nikmat yang telah Allah beri, barangkali itu ya bu Sofi ya???

A.  4 kerjaan
     (1). Ibu rumah tangga sejati>>> ini yang sekarang, kayaknya ngga 100% sejati juga sih,   banyak yang sering dikerjain suami kayak nyuci baju,dll.
     (2) Jualan kain di kios deket kampus sama bu Ria Jamil (dulu)
     (3) Belanja baju, kerudung, mukena de el el terus di kreditin sama teh Ulan
     (4) Jadi guru sejati (ce ileh, narsisnya) tapi lagi cuti nih

B. 4 Tempat tinggal
        a. Wohnung ku nih di Gilching
        b. Rumahku di kebon kopi, terimakasih pada dik Ima dan kawan-kawan yang telah mau merawat rumahku.
        c. Rumah masa kecilku di Gg mesjid bandung
        d.  Rumah mitoha tercinta di kota seribu wali.

C. 4 film yang pernah di tonton
    Damo
    Autum tale
    Full House
    Goong

D. 4 Acara TV favorit
    Wah saya kebetulan ngga nonton TV nih sebab disini harus bayar pajak TV kalo ngga bayar ya ngga nonton.

E. 4 situs yang favorit
    Multiply
    Nova on line
     Hidayatullah on line
     Kuliner kita  (maklum, masih harus belajar masak)

terus, 4 pengintip pertama tolong kerjain PR ya....