Kamis, 21 Agustus 2008

Surat Impian

Menjelang penutupan AMT saat itu, kami, peserta & fasilitator sama-sama menyanyikan lagu I Have a Dream nya West Life.  Usai berdendang kami menuliskan mimpi-mimpi kami 5 tahun yang kedepan.  Impian itu kami tulis dalam selembar “surat impian”.  Sambil menulis, irama  I Have a Dream nya West Life,  masih bergema dihatiku.  Adapun yang kutulis adalah (1) menjadi guru qiro’ati.  (2)  membuat lembaga penyalur beasiswa & anak asuh.  (3) menjadi pimpinan lembaga dakwah.  Surat impian itu ditandatangani oleh patner masing-masing peserta.  Patner ini para peserta juga, kami mencari sendiri patner yang cocok, biasanya sih mereka yang duduknya terdekat dengan kita sebab bingung kalau memilih yang paling cocok mah soalnya semuanya juga insya Allah cocok.

 

Lima tahun hampir berlalu setelah surat impian itu ditandatangani.  Hasilnya?

Jreng…Jreng,…Jreng,… aku berhasil menjadi guru qiro’ati.  Ga tanggung-tanggung Allah mewujudkannya dalam bentuk yang lebih baik yang sama sekali tak  pernah aku bayangkan(Allah emang begitu, selalu memberi lebih dari yang kita impikan).  Aku menjadi guru qiro’ati di negri orang, di negara Jerman.  Mohon do’anya ya… agar apa yang aku rintis ini kelak akan menjadi lembaga qiro’ati cabang Munchen (wah keren deh kalo jadi  ^_^).

Mimpi yang kedua hampir saja terwujud.  Tapi mungkin belum rejeki, atau saatnya belum tepat.  Dulu sebelum aku meninggalkan Indo, aku sempat berbicara serius dengan ketua Fosis saat itu, Pak Dasminto mengenai beasiswa untuk siswa-siswa Insantama yang kurang mampu.  Pak Dasminto menyambut baik & merencanakan akan membuat lembaga yang resmi.  Sayangnya waktu itu Pak Dasminto, Bu Ila & aku pada sibuk semua jadi pembicaraan terputus, rencana tertunda.  Tapi aku belum mau mengalah, jika ada kesempatan, aku mencoba mencari cara untuk mendapatkan dana yang akan aku salurkan untuk murid-muridku (bukan KKN hanya supaya lebih bisa dipertanggungjawabkan karena aku tahu betul data mengenai  siapa-siapa yang memerlukan baik dari kalangan du’afa maun janda & anak yatim).  Alhamdulillah kemarin-kemarin aku berhasil menyalurkan bantuan yang lumayan besar dari 2 orang peserta qiro’ati di Munchen.  Nah para Mpers ada yang mau terlibat dalam mimpi kedua saya ini ngga?  Kalau mau saya tunggu ya.  Kalau mau nyalurin sumbangan untuk yatim, ghorimin, atau dhuafa,  juga jika mau mengankat anak yatim sebagai anak asuh.  Boleh hubungi saya, nanti saya kasih datanya.

 

Nah mimpi yang ketiga ini belum kelihatan bakal tercapai dalam waktu dekat.  Sama sekali belum.  Yah gimana mau jadi pemimpin lembaga dakwah lha wong dakwahnya aja kendor banget.  Bahkan terlalu dan terlalu kendor.  Tapi mudah-mudahan suatu saat bisa terwujud.  Sebetulnya bukan karena ingin prestise atau menginginkan kedudukan sih, mimpi ini tadinya hanya cara menyemangati diri pribadi agar semangat berdakwah.  Tapi ternyata trik yang satu ini tidak berhasil juga.  Abis Pak mamat pergi ke bogor = semangat kendor

 

Nah, sekarang saya ingin bertanya, apa mimpi anda?

10 komentar:

  1. Berjuang ya teh untuk mimpi2 yang belum terwujud.. Semoga dimudahkan :)

    Mimpi saya masuk syurga bersama Rasul-Nya (Amin..) ^^

    Salam kenal ya

    BalasHapus
  2. saya juga memimpikan yang ini ^_^

    BalasHapus
  3. semoga tercapai..semangat..!!!!

    BalasHapus
  4. Kebiasaan qta trnyata hampir sama Teh: suka bermimpi... Karena mimpi hari ini bisa jadi kenyataan esok hari bukan?

    BalasHapus
  5. ..mimpi = cita2 = angan2 ? klu iya, wah banyak banget Teh, salah satunya pingin Bahagia dunia dan akherat (ini lg dicari) .. mumpung blm bayar.. he3, .. sukses dan tetep semangat ya Teh,.. jadi Qiro'ati juga ga gampang kan ? perlu byk belajar juga .. jadi, salut banget deh secara di negara yg bukan muslim pula ... *_*

    BalasHapus
  6. ini impian saya juga lhooo ^_^

    BalasHapus
  7. bu rani...saya lupa, dulu nulis apa ya...^_^
    sepertinya, salah satunya pengin cepat nikah, hehehe

    BalasHapus
  8. hehehe,...
    cepet juga kan ternyata ^_^
    malah cepet dapat momongan juga

    BalasHapus