Jumat, 05 Desember 2008

Tunggu aku (puisi)

Kutitipkan rindu ini pada angin,
agar kala ia ia menyapamu,
kau tahu bahwa masih ada aku,
disebuah sudut hati
yang mungkin tak sering kau jumpai
dalam do'a
dalam sapa

aku kan tetap setia menanti,
meski nama diri
barangkali telah tergantikan bersama kembara masa

betapa jarak kini terasa begitu jadi kendala
tapi aku tak akan putus asa,
akan kuterjang rintang,
kupupus rindu
hingga kala kelak kan menghapus semua.

Tunggulah aku
kelak aku kan bersamamu,
mewarnaimu kembali,
mencandaimu,
dan bersamu melukis hari,
merajut mimpi,
menggapai ridho Ilahi,
agar keindahan surgawi bisa kita dapati.

10 komentar:

  1. waaw... baguuuuuuuuuuuuus Teh...
    SUBHAANALLAAH....

    copas beberapa kalimat ya, Teh.. boleh?

    teh, kalau ada YM, add me yah..
    iwana_nashaya. ~_^

    BalasHapus
  2. Nice poem..
    mampu membawa emosi teh...

    BalasHapus
  3. silahkan,
    dengan senang hati.....

    BalasHapus
  4. Mas Totok bisa aja!,
    betewe, makasih dah mau baca

    BalasHapus
  5. ******* t e r s a n j u n g,

    BalasHapus
  6. Kangen Bu Sofi, kangen Insantama, & kangen sumua.

    BalasHapus
  7. rindu itu akan selalu menanti pada orang yang berarti

    BalasHapus