Sabtu, 01 Juni 2019

Drama & kehidupan

🏯🏯🏯

Di balik menara yang megah & membanggakan itu, menara yang dibagun untuk memfasilitasi orang-orang mengenal & mendekat pada kebesaran Robbnya, ada nama-nama yang luar biasa. Nama-nama yang telah berjibaku untuk mewujudkan mimpi besar mereka.  Semua memberikan kontribusi semampu mereka.
Siapa yang paling berjasa? Pencetus ide nya kah? Penyandang dananya kah? Arsiteknya kah? Pemborongnya kah?  Hanya Allah yang tahu. Namun yang pasti, yang paling berjasa adalah yang paling ikhlas di antara mereka.

Menara yang luar biasa itu ternyata rancangannya dibuat oleh anak bangsa yang luar biasa. Seorang arsitek yang mengenyam pendidikan di Amerika, negri adi daya yang sangat dibanggakan.

Sayang seribu kali sayang, dibalik kemegahan & kesuksesan ada cerita pilu yang tak semua orang tahu.
Seorang yang telah berpayah mewujudkan mimpi, membetikan jasa, tiba-tiba harus tersingkir.
Dia tidak mendapatkan apapun dari ratusan miliar yang dianggarkan.
Sang istri hanya berkata "Sudahlah, ayah diselamatkan Allah dari keburukan di dalamnya yang kita tidak tahu".

Aku, aku ingin sekali berkata sama seperti istri dalam kisah menara.
Tapi kisahnya beda.
Jumong. Aku sering membayangkan & membandingkan kisah itu.  Jomong, seorang pangeran yang harus tersingkir dari kerajaannya. Sementara wanita yang dicintainya harus tinggal di istana. Turut membantu membangun & memajukan kerajaan.

Jumong, kalau kisahnya tidak sepilu itu tentu tidak seru. Tidak akan mengharu biru. Tidak akan banyak di tonton & disukai.

Jumong berakhir dengan happy ending, ketika Jumong & pasukannya berhasil merebut kepemimpinan istana.

Kadang aku bertanya apakah film yang menginspirasi kisah hidup manusia, atau sebaiknya?
Meski mungkin ceritanya tidak 100% sama.

Seolah selalu ada objek penderita pilu di balik sebuah suksesnya sebuah kisah.  Manusia memang tempatnya salah & khilaf, setinggi apapun ilmu & iman seseorang, dia tidak pernah bergelar maksum. Hanya baginda Nabi saw yang menyandang gelar maksum, terbebas dari kesalahan.
Iri, dengki yang dikemas dengan kemasan logika dan dalil yang menurut mereka benar & tidak mengada-ngada akhirnya bisa menyingkirkan orang yang telah berjasa. Seperti di kisah menara, juga kisahku.

Hanya saja. Ada pesan cinta Allaah di dalamnya. Dan itu adalah mutiara yang harus diambil.
Meski mengambilnya harus berjuang menyelam ke jurang lautan yang paling dalam.
Taqdir Allah tak pernah salah, & taqdir Allah selalu indah. Kamu hanya harus berbaik sangka padaNYA saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar