Selasa, 11 Maret 2008

Kembali ke Insantama

Akhir semester 2 tahun yang lalu, seorang (dua orang dengan adiknya) siswa ku harus pindah ke Kalimantan karena ayahnya ditempatkan di sana oleh perusahaan tempat ayahnya bekerja.  Dengan perpisahan sederhana, kami melepasnya.  Meski jauh, komunikasi tetap kami jalin. 

Satu semester setelah ia pindah, ibunya memberi kabar bahwa ternyata mereka akan kembali ke Insantama.  Bukan karena pemindahan tugas ayahnya lagi.  Semata hanya karena orangtuanya merasa pendidikan Insantama lebih baik dari tempat sang anak mengeyam pendidikan.  Maka demi secercah pendidikan, sang ayah harus rela berpisah.

 

Pertengahan semester 1,5 tahun yang lalu, seorang (ini juga dua orang dengan adiknya) siswaku juga pindah ke Malaysia.  Alasannya serupa ; mengikuti ayahanda tercinta.  Ketika bertemu di dunia maya, saya mendengar kabar tentang rencana kepulangan siswaku ini ; hendak kembali ke Insantama dengan alasan yang sama; mencari pendidikan yang lebih baik.

 

Awal maret ini, putriku juga berencana hendak kembali ke Insantama dan harus berpisah dengan orang tua untuk sementara.  Tapi kali ini dengan alasan yang berbeda.  Sekolah tempat putriku belajar meminta putriku untuk kembali mengambil kursus bahasa setelah sebelumnya 6 bulan ia tidak masuk sekolah karena harus mengikuti kursus bahasa.  Sebelum ke sekolah, kami meminta surat keterangan dari guru les bahasanya.  Guru dan teman-temannya mengatakan bahwa prestasi putri kami cukup bagus.

Waktu itu pihak sekolah mengatakan bahwa sekolah akan memantau perkembangan putri kami selama 3 minggu.  Sayangnya perkataan itu hanya disampaikan secara lisan, tidak diatas kertas.

Seminggu ia bersekolah.  Semua perlengkapan telah kami belikan.  Tepat diakhir minggu pihak sekolah mengabari kami via telpon bahwa putri kami harus mengikuti kursus bahasa lagi.  Itu adalah keputusan sekolah.  Tapi mungkin itulah jalan bagi putri kami untuk kembali ke Insantama.  Alasan yang berbeda dengan kedua siswa yang kuceritakan diatas.  Tapi semoga inilah jalan dan peringatan dariNYA agar putri kami mencari dan mendapatkan pendidikan yang terbaik seperti kedua siswaku yang harus berpisah dari ayahnya.

 

Sebenarnya pernah kami merencanakan agar putru kami kemabali ke Insantama juga.  Tapi karena satu dan lain hal akhirnya rencana itu batal.  Kini alhamdulillah tiket sudah ditangan, dan putriku akan kembali ke Insantama tercinta.

 

Ketika ku kabarkan hal ini pada rekan-rekan, hampir semua menyambut dengan simpati dan senang.  Tidak sedikit yang menawarkan bantuan dan penginapan untuk putri kami agar ia bisa belajar intensif untuk menyusul ketertinggalannya.

Terharu aku dibuatnya.  Subhaanalloh, terkenang akan peristiwa hijrah dimadinah ketika Kaum Anshor menyambut muhajirin.  Terkenang kisah indah tentang bagaimana seorang sahabat berusaha memuliakan tamunya.  Betapa indah persahabatan dijalanNYA.

Ya Allah, saksikannlah bahwa kami bersaudara dan bersahabat, karena ENGKAU semata.

12 komentar:

  1. Alhamdulillah.. turut senang.. InsyaAllah Teh Hani ya.. meskipun 6 bulan ketinggalan... dengan adanya dukungan guru2 dan teman-teman yang baik... pasti bisa!!

    BalasHapus
  2. iya Na, Insya Allah,... Tapi boleh kan minta di do'ain Ina juga ??? ^_^

    BalasHapus
  3. ah teh Hani mah anaknya pinter, insya Allah dikebut juga bisa. Mungkin yang berat karena harus pisah...

    BalasHapus
  4. Amin,..
    iya sih mang berat, Tapi dulu waktu saya nyanlat di Pesantren Hidayatullah Surabaya, dapat konsep bahwa salah satu hikmah berpisahnya anak dan orang tua adalah agar sang anak hanya bergantung pada Allah saja. Mudah-mudahan teh Hani bisa seperti itu.

    BalasHapus
  5. lihat brosur smpit insantama bogor donk!!!

    BalasHapus
  6. iya deh, ntar saya Upload.....

    BalasHapus
  7. ass.bu yani inisaya misykah anaknya ust.Rahmat adiknya Nazhif dan Naila .bu kapan ke sini semoga cepat,amin!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  8. aq ingin msk insatama tp waktu smp......
    alhamdulilah 1 thn lg.......

    teh klo smp byaran nya brpa ya......???

    BalasHapus
  9. waah, bayarannya saya ga tahu nih, soalnya udah 3 tahun ga kesana. Mungkin bisa tanya langsung ke sekolah yaa

    BalasHapus
  10. ibu yani.....q adalah Misykah ,,,adiknya kak nay.....bu,kak Khansa dah pindah ke sini tapi kenapa ibu dan yang lain ngakkesini??dengar dengar katanya nanti bu yani mau pindah rumahnya di tanah baru...ya....rumahnya q(ust.Rahmat) khan di dekat sithu.S'moga qta jadi tetanggga yang baik...amin...:)

    BalasHapus
  11. Misykah,... duh kangennya....
    iya bu rani nyusul ntar, wah tetanggaan sama Misykah pasti seru.

    BalasHapus
  12. hehehe...s'maga bu...bu,ibu nanti ngajar di INsantama laghi??ngajar lagi donk....sekalian ajarin b.Jerman...:):)

    BalasHapus